Fitur Collections yang Memudahkan Pengelolaan Foto di Lightroom

Jika katalog terdiri dari ribuan foto, maka membuat koleksi-koleksi di lightroom adalah wajib karena akan memudahkan kita untuk mengelola foto-foto tersebut. Collections atau koleksi adalah salah satu fitur canggih dari Lightroom yang paling berguna. Ada 3 jenis koleksi yang bisa dibuat di Lightroom yaitu Collection, Smart Collection dan Collection Set. Berikut akan saya jelaskan satu persatu dengan disertai contoh pembuatan dan fungsinya. Setelah membuka aplikasi Lightroom, pastikan kita berada dalam modul LIBRARY.

Create Collection Set
Collection Set
Pembuatan Collection Set ini sebaiknya dilakukan pertama kali sebelum membuat Collection atau Smart Collection. Tujuan pembuatannya hanya untuk induk kategori saja, walau sebenarnya bisa juga sebagai nama koleksi yang berdiri sendiri. Misalkan kita membuat “Flower” sebagai Collection Set, lalu ketika kita membuat Collection atau Smart Collection dengan nama “Anggrek” atau “Mawar” maka akan dikelompokkan ke dalam Collection Set “Flower”.

Dalam gambar ilustrasi (digabung dari beberapa langkah agar dapat dilihat dalam 1 gambar saja), saya membuat “Flower” sebagai Collection Set. Caranya sebagai berikut: Klik tombol dengan lambang + (lihat panah warna merah). Ketika keluar kotak dialog yang menampilkan beberapa opsi, klik Create Collection Set… Setelah itu akan muncul kotak dialog lain yang akan meminta kita untuk memasukkan nama Collection Setnya, dalam hal ini saya tulis Flower. Location tidak perlu dicentrang karena kita hanya akan menjadikan Flower sebagai kategori induk. Klik Create, maka di deretan collections akan muncul Bunga (lihat kotak merah) sebagai salah satu koleksi.

Create Collection
Collection
Dalam kotak merah terlihat ada koleksi bernama “For Printing”. Ini adalah koleksi yang sengaja saya buat untuk mengkalisifikasi foto-foto yang sudah diedit dan siap dicetak. Seperti ketika akan membuat Collection Set, langkah pertama adalah dengan mengklik tombol + lalu pilih Create Collection… Setelah itu muncul kotak dialog dengan beberapa opsi yang harus diisi dan dipilih. Buat nama koleksinya For Printing, lalu location ke dalam salah satu Collection Set yang ada (dalam gambar contoh dimasukkan ke dalam induk kategori Sync to All Devices). Pada Options ada beberapa yang bisa jadi pilihan, Include selected photos tidak perlu dicentrang jika kita tidak akan memasukkan foto yang sedang disorot ke dalam koleksi ini. Set as target collection juga tidak perlu dicentrang. Saya ingin semua foto yang ada dalam koleksi For Printing nantinya bisa dibuka di semua peralatan lain yang terinstall Lightroom, karena itu pilihan Sync with Lightroom saya centrang. Setelah semua pilihan ditentukan klik tombol Create. Di daftar koleksi pada bagian kiri (yang ditunjuk panah biru) bisa dilihat ikon yang menunjukkan bahwa koleksi For Printing juga bisa akses lewat Smartphone atau Tablet saya yang terinstall Lightroom dengan Adobe ID yang sama.

Foto-foto yang ingin dimasukkan ke dalam koleksi tipe ini harus dilakukan secara manual. Caranya adalah dengan menarik/mendrag foto ke dalam koleksi. Jika lebih dari 1, maka gunakan tombol Shift untuk memilih beberapa foto sekaligus lalu tarik/drag ke dalam koleksi tipe ini.

Create Smart Collection
Smart Collection
Karena namanya Smart Collection, maka koleksi ini memang pintar. Dengan memasukkan variabel dan kriteria yang diperlukan, kita akan mudah membuat berbagai Smart Collection. Katakanlah kita ingin membuat koleksi foto yang diambil memakai merek dan tipe tertentu. Atau berdasarkan Lokasi tempat memotret. Jika kita ingin tahu berapa banyak foto yang diambil dengan ISO antara 100 – 1600 maka tinggal membuat koleksi berdasarkan rentang ISO. Kombinasi koleksi yang dibuat dengan tipe Smart Collection hampir tanpa batas. Terserah pengguna mau membuatnya dan untuk apa.

Untuk membuat Smart Collection langkah pertama sama saja dengan 2 jenis collections di atas. Pilihannya adalah klik Create Smart Collections… Dalam gambar contoh saya membuat koleksi bernama Anggrek, dan dimasukkan ke dalam induk kategori Flower. Variabelnya ditentukan pada pilihan Match all the following rules. Yang maksudnya adalah bahwa koleksi Anggrek harus memenuhi kriteria yang ditentukan di pilihan selanjutnya. Kita juga lihat bahwa kata “all” berada dalam dropdown menu yang berarti ada beberapa pilihan selain “all”. Tetapi sebagai contoh saya pakai Match all the following rules saja.

Pada rulesnya juga banyak pilihan, saya memilih Other Metadata lalu Keywords. Kemudian Keywords contains saya isi dengan Anggrek. Perhatikan di panah merah yang besar, di sebelah kanan kotak pengisian keywords saya sudah terlebih dahulu memasukkan Anggrek sebagai keyword atau kata kunci dari foto yang akan saya masukkan ke koleksi Anggrek. Karena saya cuma ingin koleksi sederhana saja maka hanya 1 rule yang dipakai dari sekian banyak variasi kriteria atau rule yang disediakan. Setelah membuat koleksi Anggrek, bisa dilihat bahwa koleksi ini tampil di daftar koleksi (kotak merah sebelah kiri) dalam Collection Set Flower. Di kemudian hari ketika mengimport foto bunga anggrek baru, saya hanya perlu memasukkan keyword Anggrek lalu foto tersebut akan otomatis masuk dalam koleksi Anggrek. Salah satu kelemahan dari Smart Collection yang otomatis ini adalah tidak bisa disinkronisasi seperti ketika membuat koleksi biasa.



Leave a Reply

%d bloggers like this: